Bila Benci Sudah Mendarah Daging

av

Benci, tidak suka, atau dendam merupakan kelemahan pada diri manusia yang sulit untuk diobati. Benci bukan sekedar kata namun lebih lebih sebuah tindakan yang sangat menusuk hati, melukai hati yang paling dalam.

Kadang benci tidak berbalas namun dipendam di dalam hati. Namun semua menunggu saat yang tepat untuk membalasnya, pasti dibalas kalau ada kesempatan dan waktu yang tepat.

Banyak kisah dalam perjalanan manusia hanya kerena benci, tidak suka, dandam berujung maut, nyawa bisa meregang dari tubuhnya.

Ada kisah nyata yang mungkin terjadi juga di banyak negara terkait kebencian. Bangsa Indonesia yang terjajah oleh Belanda mengakibatkan pendidikan nasional tidak mempelajari Bahasa Belanda.

Ini adalah fakta sejarah yang bisa dibuktikan.

Kebencian terhadap tetangga membuat kebencian tersebut awet sepanjang masa. Seperti yang terjadi di Surabaya di Jl. Ngagel Jaya Selatan.

Ada tetangga yang tidak rukun meski sama-sama kaya entah mengapa permusuhan tersebut abadi.

Ketika salah satu tetangga usahanya sukses dan sebelahnya tidak sukses maka tetangga yang tidak sukses akan menjual rumahnya. Apa yang kemudian terjadi ?

Tetangga yang sukses gagal membeli rumah tersebut dikarenakan tetangga tersebut membuat klausul kontrak atau jual rumah yang tidak ada kaitannya dengan tetangga sebelah.

Apabila ada kaitannya misalnya nantinya jualnya diambil alih atau kontraknya diambil alih maka gugurlah nilai kontrak atau nilai jual.

Ada cerita asal dari Jerman, seorang tentara eks perang dunia ke dua yang menghancurkan Israel mengalami sakratul maut diusianya yang uzur.

Salah satu penyesallannya yaitu membunuh warga Yahudi yang tidak berdosa dan dia tentara tersebut berniat meminta maaf ke salah satu saudara sebelum ajal menjemputnya. Agar tenang dalam proses meningggalnya.

Ketika ada sanak saudara Yahudi yang menjadi korban pembunuhan tentara tersebut dipanggil dan diminta untuk memanfaafkan kesalahan tentara tersebut, apa yang dikatakan olehnya !

Dia tidak mau memaafkan kesalahan tentara tersebut.

Lalu siapakah yang bersalah atas kasus ini ?

Inilah kondisi dan situasi manusia yang tersakiti, mungkin rasanya sangat sakit sehingga untuk memaafkan saja tidak sudi karena terlalu sakit dan tidak ada obatnya.

Sebuah kelemahan manusia.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s