VAGI na KU

adf

VAGI..NAKU

Desahan nafas terengah-engah saat bibir menerpa di ujung bibir
Kadang mengigit lalu terlepas lalu menjilati turun hingga ke bagian tengah
Lalu naik lagi tiada henti
Dadaku naik turun di lalui udara panas
Sekujur tubuhku meradang karena gerayangan jari-jari liar tak beraturan
Menyentuh pelan bergantian tak tentu arah
Mengetarkan birahi disekujur badan sampai ke dalam Selangkangan
Tatapan lawan mainku begitu ganas terangsang melihat kesexianku
Tamuku tak tahan menatap ketelanjanganku
Begitu liar dua belas jari membelai penuh nafsu dengan rabahan kasar
Lidahnya menjulur dan menjilati setiap lekuk tubuhku
Mirip anjing kelaparan tak makan seharian
Tubuhku harus tetap bergemulai lembut mengikuti irama ranjang yang dia inginkan
Aroma nafsu bergelora di sekujur tubuh
Ah……engkaulah raja saat ini..raja birahi hewani
Aku….hanya seorang pelayan nafsu sesaat di kamar ini
Engkau melumat diriku dengan lidahmu penuh liur
Ah…….. engkau sekuat tenaga menghamburkan…gelora nafsumu
Bibirmu mu tiada henti melumat merasakan kehangatan tubuhku
Engkau rapatkan badanmu dan jerami-jemarimu terus meremas lembut
Kau remas lembut tepat di bagian tengah di antara pahaku
Aku mengerang-erang tak kuasa menahan rangsangan
Engkau terpesona mencium aroma yang merebak keluar diantara selakanganku…..
Engkau terlena mencium aroma Vagi… naku
Engkau telah mencapai puncak kepuasaan yang tersembunyi
Engkau menghujamkan keperkasaanmu sampai ke dasar….liang tanpa ada halangan……..
Suhu badanmu meningkat kencang diiringi desahan nafas tak karuan
Semakin dalam engkau menusuk semakin keras tekanan panas tubuhku ini
Tubuhmu dan tubuhku meliuk-liuk seperti cacing kepanasan..mengerang…mendesah….
Bibirmu lengket …..tak bisa bebas dari bibir manisku
Tak kan menyerah bila engkau sebelum mencapai klimak dari nafsu liarmu
Berpeluh keringat tak mengendurkan gairahmu memuaskan dirimu
Begitu engkau mencapai akhir dari permainan
Eranganmu panjang mirip lolongan srigala hutan sebagai tanda akhir dari permainan
Kepuasaan telah kau capai dengan kelehanan
Engkau hempaskan diriku disampingmu….nafasmu tersengal-sengal ..penuh kepuasaan
Tanpa terucap sepatah katapun yang keluar mulutmu
Senyum hambar tersungging dari bibirmu
Engkau membalas jerih payahku dengan lembaran-lembaran uang
Engkau pergi dari kamar tanpa menoleh kebelakang……
Meninggalkan diriku tanpa bekas kasih sayang
Aku tergeletak tanpa sehelai pakaian..terlentang kelelahan
Tarikan nafasku..berat menghirup oksigen…tuk memenuhi paru-paruku
Kubelai lembut bulu-bulu hitam vaginaku….tanda kasih sayangku
Oh…Vaginaku menjadi modal utama penyambung hidupku…terima kasih..sayangku
Hanya ini mesin uang selain penampilanku di atas ranjang
Apalah jadinya bila hidupku tanpa VAGINAKU……….modal utamaku
Ia memberikan segala-galanya bagiku..oh…Vaginaku………Vaginaku…….

16 ktober 2008
Jarak parkir 64 surabaya
WIB 00.00

PUISI INI SAYA TULIS KETIKA MENJAGA PARKIR DI JARAK 64. SAYALAH PEMILIK PARKIR TERSEBUT JADI SAYA ADALAH BOS PARKIR ketika Jarak dan Dolly masih beroperasi.

jujur saya tulis BUKAN BOHONG…..jujur

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s