Pelacurpun Miliki Rasa Rela

awe

KERELAAN HATI

Kehancuran hati terlalu sulit untuk dilupakan
Duka nestapa hanya terpendam di peti mati i
Terkubur dalam-dalam tak mungkin bangkit lagi
Tangisan pilu tercecer disela-sela pipi
Tak henti-henti mengucur pelan namun pasti
Kepuasan lahir kupersembahkan untuk dirimu
Tak kurasakan lagi kepedihan tersayat perih di setiap bagian tubuhku
Tak peduli siapa kata orang lain
Kupersembahkan diri ini untukmu
Engkau sentuh halus sekujur tubuh ini
Bulu gidik kadang merinding menahan nafsu hewani
Ku tak pernah merasakan nafsu…..ia telah leyap
Nafsu kebencian melihatmu bergairah
Ku tak berani menolak segala permintaan
Uanglah yang membuatku nafsu
Uanglah menutup hatiku
Kepuasaanmu hanya untukmu
Kerelaanku penh keterpaksaan
Bila ada jalan pasti kurela pergi dari sini
Pergi selamanya tak akan kembali
Kalau bisa …kadang tidak bisa
Aku tak pernah bermimpi akan berakhir disini
Sialkah aku lahir didunia ini
Kadang aku merasa jijik melihat diriku
Bertahun-tahun…berpuluh-puluh laki-laki..
Bergumul dengan badan ini….
Akupun tak sanggup menghitung dengan jari-jari manisku

Kupejamkan mata ini sambil melengkingkan jeritan hati
”Dosakah perbuatanku..ku percayakan kepadaNya……
Terserah kepadamu…Ya…Tuhan……”

Desember 2009 di jarak parkir 64 surabaya

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s