Cara Mengetahui Aksi Pencopet Mencopet Di Bus Kota

awm

Selama armada bus kota menjadi primadona warga kota meski keberadaanya tidaklah nyaman, tidak ada AC, sedikit jorok, banyak bangku yang sudah waktunya di bongkar, atau cara pengemudikannya kadang sedikit ugal-ugalan.

Meski masih ada tranportasi umum lainya bus koa masih menjadi andalan untuk memberangkatkan ke berbagai tujuan di dalam kota.

Selain murah muriah dari segi selalu ada bahaya yang mengancam para penumpamg bus kota. Apakah bahaya itu? Copet. Ya, pencopet menjadikan bus kota menjadi ‘medan perang’ untuk mencari nafkah kehidupan.

Pencopet menjadi penguasa tunggalm di dalam bus kota. Para kondektur atau sopir mengetahui aksi mereka namun tidak banyak yang bisa dilakukan. Karena mereka lebih dari dua hingga empat orang. Kerjaan mereka ya…tidak berubah yaitu mencopet penumpang bus.

Inilah target buruan mangsa pencopet :

1. pekerja yang pulang kelelahan sehingga kadang tertidur sejenak karena kecapekan.

2. ibu-ibu yang membawa tas besar

3. pelajar sekolah biasa SMP atau SMA yang membawa ponsel karena dompet pasti uangnya sedikit.

Target operasi kalau tidak dompet ya ponsel.

Inilah caranya mengetahui aksi pencopet mencopet calon korbannya :

Pertama, mereka naik ke bus dalam jarak yang jauh misalnya dua orang di terminal sedangkan dua lainnya di halte bus. Dua orang di dalam bus segera riset di manakah calon korban akan dicopet. Maka kalau sudah ketemu mereka berdua akan duduk tidak jauh dari calon korban.

Kedua, setelah dua teman yang di halte naik maka dua orang pencopet segera memberikan kode rahasia seperti memegang kerah baju, anggukan kepala, tatapan mata bahwa mereka sudah menemukan calon korban.\

Ketiga, mereka berempat tidak saling kenal atau menyapa satu sama lain jadi drama pencopetan tinggal eksekusi.

Keempat, ada pencopet khusus pengalihan dengan sok kenal, tanya alamat, atau aksi tanya, ada yang eksekutor yaitu yang mengambil dompet atau ponsel. dua lainnya mengawasi barang kali ada yang menganggu aksinya.

Bila berhasil mereka akan turun bersamaan hanya dengan jarak yang tidak terlalu jauh.

Solusinya amankan dompet dan ponsel ke dalam tas dan peluk erat. Jangan mau diajak ngobrol lebih baik pura-pura tidak tahu. Jangan sampai mau mendengarkan apa yang diomongkan. Pencopet selalu lebih cepat riset tentang targetnya. jadi amankan dengan caranya sendiri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s