“Joko, Aku Polisi ” hal 21

abss

Dia tersenyum lalu menjawab pelan.

”Rumahku juga tak jauh dari sini pak Lukas. Sekitar Surabaya.” jawabnya pendek sedikit bercanda. Mereka tertawa bersamaan. Papa sedikit malu menjelaskan alamat rumahnya.

Tak lama kemudian petugas valley mendatanggi dia. Papa pun tidak bertanya lagi namun justru memperhatikan percakapan ibu Fefe dan petugas Valley.

”Maaf ibu sudah ada taksi yang kosong setelah menurunkan penumpang. Ibu bisa langsung naik sekarang.”katanya santun.

”Terima kasih mas, tolong suruh menunggu dua menit saya akan ke sana.” tanpa menjawab hanya menganggukkan kepala dia langsung kembali keposisi semula.

”Kalau tidak keberatan mumpung hanya ada waktu dua menit buatku bolehkah meminta nomor yang bisa dihubunggi!” dia kaget dengan permintaan papa. Papa tidak ingin kehilangan momentum. Lagi lagi dia tersenyum manis, giginya nampak putih bersih, bibir kemerahan, dadanya sedikit menonjol ke atas dan lekuk pinggang nampak jelas. Tinggi badannya tidak terlalu jauh dengan papa. Dia segera memasukkan laptops ke tas hitam, lalu dia berdiri. Papapun juga berdiri.

Papa segera mengeluarkan ponselnya untuk mencatat nomor ponsel.

”081357025557, maafkan aku harus segera naik taksi pak Lukas, taksi telah menungguku.”

Ibu fefe menjulurkan tangan kanannya dan papa menyambut dengan gembira atas perhatiannya. Mereka berdau salaman erat layaknya seorang teman dekat! Papa merasakanan lembut tangannya lalu dia merapikan penampilannya, sebelum dia melangkahkan kaki papa segera mengucapkan salam perpisahaan,

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s