Joko, Aku Polisi 30

alm

Mungkin papa tak sabar ingin segera menikah dengan mama atau memang sedang jatuh cinta, gelora gairah asmara sedang pada puncaknya!. Dengan nada berat papa mengatakan kepada mama.

”Hei, maafkan aku sekali ibu Fefe….apakah kamu engak salah memilih diriku sebagai calon suamimu? Apakah kamu benar-benar serius mengatakan kepada orang tuaku tadi? Dan …maafkan aku tidak meminta persetujuan darimu tentang cinta sebab aku pikir kita harus jujur bahwa ada rasa cinta ada di hati kita.”

Sambil berdiri dan menatap mata papa lekat-lekat dan membungkukkan badan lebih dekat ke wajah papa, mama menjawab dengan kalimat penuh makna mendalam.

”Tak usah ragu dengan pilihanku. Kamulah satu-satunya mahkluk Tuhan yang paling sexy, ganteng yang berani mencuri hatiku. Cintaku yang engkau renggut dengan pandangan pertama membuatku terjatuh di dalam jurang hatimu sehingga aku tak berdaya, lemah di hadapanmu, tak berkutik secentimterpun dari dirimu, menyerah tertunduk kagum akan kegantenganmu, terdiam membisu hanya menuruti kata hatimu. Aku pikir sekali lagi aku tidak salah memilih dirimu Lukas. Logikaku beku, macet, membeku sebeku es abadi di Seberia saat berjumpa denganmu sayangku. Aku percaya katamu bukan masalah waktu tapi komitmen seperti katamu. Itu yang penting.”

sambil tersenyum setelah itu. Pelan-pelan kedua mata saling beradu pandang dengan jarak sangat dekat hidung mereka hampir bersentuhan. Suara mama semakin jelas dan bening.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s