Joko, Aku Polisi hal 29

axsz

Sebuah kejutan yang maha dasyat meski mama juga senang atas kejutan seperti ini.

Kakek dan nenek tersenyum mendengarkan komitmen mereka berdua, hanya cinta adalah perekat dari sebuah relasi antar manusia. Nenek hanya tersenyum melihat papa dan mama sudah berani menjalin cinta kasih.

Bagi nenek sudah lama rindu ingin memiliki cucu. Bila cinta telah hilang di sanubari maka tal ayal lagi peperangan dan permusuhan akan terjadi. Cinta memiliki kekuatan bahkan bisa menghancurkan bila tidak mengontrol kekuatan yang dimilikinya.

Sudah jutaan contoh gara-gara cinta seseorang bisa mabuk kepayang, meregang nyawa mempertaruhkan harta diri di medan laga demi sebuah cinta!

Setelah berbincang-bincang mama mohon diri dan berjanji menghubunggi secapatnya pertemuan dengan orang tua mama. Kakek dan nenek menganggukkan kepala tanda setuju. Papa mengantar mama kembali ke kost, ketika papa mau pulang di depan pintu pagar masuk papa dan mama saling berdiri berhadap-hadapan layaknya di balik jeruji penjara.

Kedua jari-jari mereka saling merapat lalu papa menjulurkan kepalanya sambil berbisik memuji kecantikannya, penampilanya proporsional antara tinggi badan dan berat badan. Papa menatap wajah mama dengan mimik serius, kedua jemarinya semakin erat bersentuhan.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s