Joko, Aku Polisi hal 33

adsd

Mami dan papi tersenyum melihat anaknya yang sedang berbunga-bunga. Setelah diam sejenak agar suasan lebih santai papi mulai angkat bicara menjawab pertanyaan papa.

” Lukas, memang sudah saatnya kamu menikah. Kalau umur sudah cukup lalu menunggu apa lagi? Papi dan mami setuju bila gadis ini (sambil melirik ke mami) sudah menjadi pilihanmu.

Kami berdua berharap kamu bisa membina rumah tangga sebaik mungkin. Kami berdua merestuimu, tolong pokir sekali lagi sudah benarkah pilihanmu!” mami juga tertarik untuk menambah jawaban papi.

”Mami hanya pesan Lukas, sebagai anak tunggal kamu harus memilih calon istri yang tepat, kalian sudah saling mencintai. Mami mau tanya apakah kamu mencintai Fe Fe sepenuh hati?” mendadak papa seketika kaget luar biasa. Tak menyangka mendapatkan pertanyaan. Dengan tenang papa menjawab.

”Betul sekali, kami sudah merasa cocok untuk berbagi dalam hidup ini. Meski kami berdua baru tiga bulan berkenalan, tapi getaran hati kami berdua telah menyatu seperti sebongkah batu, keras dan kuat.

Lukas yakin bahwa kami benar-benar saling mencintai. Dan aku serius mengatakan hal ini. Fefe pilihan yang tepat sebagai istriku.” papa mengatakan dengan mimik muka serius dengan nada suara mantap. Papapun bangga atas pertanyaan yang menyakinkan mami dan papi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s