Novel Pembunuhan hal 39

aeed

Joko, Aku Polisi

hal 39

Aku sendiri senang berkenalan dengannya mungkin karena ada kecocokkan lalu menjadi akrab. Kalau berangkat sekolah Joko menghampiriku, kalau ada waktu beberapa menit kadang aku ajak dia makan pagi terlebih dahulu lalu berangkat sekolah bersama-sama. Awal-awalnya dia menolak kuajak masuk ke rumah tetapi lama-kelamaan dia bisa menerima ajakkanku.

Lalu aku tawari dia makan siang kebetulan kakek dan nenek juga akan makan siang. Kebiasaan keluargaku selalu berusaha makan bersama. Dia tidak menolak tawaranku. Kalau mama menyiapkan makan pagi, sebelum berangkat aku selalu mengajaknya makan pagi sama-sama. Dia tidak canggung lagi ketika mulai akbab denganku.

Papa dan mama tidak mengira bisa memiliki teman baik sampai menjadi sahabat selama tinggal di Jarak. Mereka berdua tidak pernah memaksaku memilih teman berasarkan ekonomi atau dari status sosial.

Aku bangga bisa bersahabat dengannya meski dari beberapa segi misalnya perbedaan ekonomi dia tidak sebanding dengan keluargaku. Namun aku bersahabat bukan berdasarkan ekonomi atau pertimbangan sosial!

Hal pokok, penting yaitu dia memiliki kesetiaan dan kejujuran, tanggung jawab sebagai teman bisa di pertanggungjawabkan, saling menghargai, adanya cinta kasih menjalin sebuah relasi. Aku merasa Joko memiliki sifat dan karakter berbeda dengan anak-anak sesuainya di Jarak.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s