Novel Pembunuhan hal 41

abzz

joko, Aku Polisi

hal 41

Komentar mama tentang Joko seperti ini.

”John, kamu layak berteman dengannya. Joko nampak ganteng dan cerdas. Dia memiliki tulang yang kuat. Mama amati kalian berdua memiliki kecocokkan. Semoga persahabatan kalian bisa terjalin terus.”

Pujian mama membuat Joko malu-malu kucing. Dia tidak menjawab mungkin malu, hanya tersenyum. Aku senang atas respon positif dari papa dan mama. Papa tidak terlalu banyak komentar tentang temanku ini. Mungkin juga pikir papa kalau kami sudah berteman lama jadi ada kemungkinan kecocokan Kalau nenek dan kakek telah kenal dengan orang tuanya.

Hanya dialah yang paling akrab dengan keluarga kami, akhirnya dia sahabat sejati bagi diriku sejak saat itu. Aku yakin dengan keputusanku. Persahabatan dengan seseorang yang kita adalah sangat menguntungkan.

Setelah lulus dari TK, Cristina juga bersekolah yang sama denganku. Aku naik kelas empat, dia baru kelas satu SD. Jadi aku berangkat bertiga dengan Joko. Critspun merasa senang bisa berkenalan dengan Joko. Keakraban kami berlanjut sampai lulus sekolah dasar. Persahabatan kami semakin intensif, tak pernah terpisahkan lagi.

Kemanapun pergi selalu bersama-sama. Bahkan papa dan mama heran dengan sikapku yang penuh perhatian kepadanya. Kata mama mungkin aku merasa kesepian, membutuhkan teman bermain karena Crist masih kecil. Tapi kalau di rumah aku selalu mengajak Crist ikut bermain sehingga kami bertiga bermain bersama. Misalnya bermain kartu remi, atau petak umpet, atau kegemaran kami bertiga yaitu bermain monopoli.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s