Novel Pembunuhan hal 47

axdss

Joko, Aku Polisi

hal 47

”Oklah…John sih..senang kalau mama dan papa bisa pindah dari sini. Kalau terus tinggal di sini kita tidak menikmati hidup secara normal. Di sini terlalu bising, ramai dan kesan negatif sangat kuat. Memang kenyataan seperti ini. Aku yakin deh kalau papa dan mama serius pasti suatu saat nanti bisa membeli rumah. Bagaimanapun di Jarak ini hanya untuk cari duit aja. Daerah lokalisasi sangat bagus untuk membuka usaha. Lebih baik beli secara kredit aja..uang muka lebih murah dan jangan lupa nanti juga beli sepeda motor…he..”

Kami semua tersenyum lalu adikku Crist juga memberikan respon yang tidak kalah denganku.

” Crist juga senang lo..pa dan ma. Tapi Crist tidak mau naik motor sendiri ke sekolah. Lebih baik..nanti Crist di antar kalau ke sekolah atau kalau pergi ke plaza…atau juga bisa di antar kursus…”

Kami tersenyum juga mendengar komentarnya.

Kakek dan nenek jarang makan bersama dengan kami. Maklum saja kondisi tidak memungkinkan karena sore hari kadang meeka berdua sudah berada di kamar atau menonton tv di rumang tamu.

Secara fisik mereka berdua masih sehat wal afiat, namun umur tidak bisa dipungkiri. Merka berdua sangat setia menemani kami berdua selama papa dan mama tidak ada dirumah. Untuk memasak mama dan nenek bergantian. Kadang aku mengajak kakek beramain catur, permaian oleh pikir yang paling disukainya. Kakeklah yang memberikan banyak hal akan sebuah pengalaman hidup.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s