Novel Pembunuhan hal 52

abgh

Joko, Aku Polisi

hal 52

Menurut pengalaman dari kakek namanya mabuk itu tidak bisa lagi bangun dari tempat duduk atau tertidur. Namun kalau setengah mabuk atau masih kuat menahan pengaruh akohol maka rasa tubuh ini enak sekali untuk berbuat sesuai kehendak hati.

Entah mau marah, berkelahi seakan-akan ada dorongan kuat, tenaga baru unutk memenuhinya. Padahal tubuh mengalami degradasi tenaga yang sangat besar menyebabkan kelemahan fisik akibat panasnya akohol yang memaskan tubuhku. Sehingga tubuh banyak mengeluarkan cairan untuk mendinginkan suhu tubuh yang tidak normal.

Akibatnya kami bertiga berulang kali melihat tawuran atau perkelahian bebas di bar- atau pinggir jalan mirip film-film barat.

Joko tidak terlalu menaruh perhatian dengan orang-orang yang resek bikin keributan setelah minum-minuman keras. Mereka kerap berantem dengan teman sendiri tanpa alasan yang jelas. Kadang hanya masalah sepele misalnya keliru ngomong bisa menjadi bahan berantem.

Pemadangan yang biasa di lokalisasi, bukan cerita lagi. Ibu dan bapaknya juga kerap kali juga memberi peringatkan dia agar menjauh dengan teman-teman se gang yang suka mabuk atau yang suka bikin onar.
Ibunya bernama Sari Wulandari, sehari-hari aku menyebutnya Ibu Sari, bekerja sebagai suster di rumah sakit angkatan laut Dr. Ramelan di Jl.Ahmad Yani.

Bapaknya bernama Remo Sukandar sebagai anggota sie pertamanan kota Surabaya. Kedua berasal dari Surabaya. Kira-kira umurnya tidak jauh dari umur papa dan mama.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s