Novel Pembunuhan hal 68

aldx

Joko, Aku Polisi

hal 68

Kakek lahir di Surabaya tepatnya di Kedungdoro lalu buyut membuka usaha di sana Jarak N0 64. Kakeklah yang meneruskan usaha orang tuanya.

Ketika kakek dan nenek memiliki anak masih kecil yaitu papa buyut dan mbah Buyut meninggal dunia. Jadi papa tidak pernah “melihat” kakek dan neneknya. Buyut dan istri kelahiran Surabaya. Kakek sendiri merupakan anak tunggal. Nenek berasal dari Kediri. Perkenalan kakek dan nenek ketika mereka berkenalan di gedung bioskop Rama Sekarang menjadi ruko.

Mereka berdua ketemu dan berpacaran beberap bulan kemudian menikah. Saat itu nenek menjadi pembantu di wisma Dolly namanya Bona Indah. Maklum saja gedung biskop Rama menjadi ajang pertemuan bagi kawula muda di kawasan lokalisasi Dolly dan Jarak. Sekitar tahun 70 an -80 an sangat ramai dikunjunggi bagi ”arek-arek” Dolly dan Jarak. Halamannya luas kalau malam menjadi pangkalan PKL. Pemiliknya menjual ke salah satu developer karena bangkrut. Salah satunya maraknya VCD dan DVD. Tahun 2000 berubah menjadi 15 ruko mewah.

Semasa muda tetap melanjutkan usaha parkir sampai kedua orang tuanya meninggal. Kakek dan nenek tidak membuka usaha lain, hanya usaha parkir sepeda motor. Sampai papa kuliahpun kakek dan nenek membuka parkir. Kakek memilih satu anak saja. Nenekpun tidak keberatan dengan anak tunggal. Alasan kakek adalah anak satu lebih mudah diurus dan dirawat. Mereka berdua sudah pensiun dari parkir ketika papa SMU. Parkir memberikan hasil lumayan untuk menghidupi keluarga kakek dan nenek.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s