novel pembunuhan hal 75

ajd

Joko, Aku Polisi

hal 75

Esok hari.

Papa mempunyai ide untuknya, mungkin papa akan memberikan sejumlah uang agar dia bisa berwiraswasta sebelum dia meninggalkan tempat ini. Entah jualan bakso atau jualan makan atau membuka warung lesehan disekitar Jarak atau di tempat lain.

Papa juga ragu apakah ini jalan terbaik baginya! Seperti biasa sore hari dia sudah datang. Dia tahu kalau rumah akan di kontrak tetangga sebelah tapi Dwi tidak pernah menanyakan hal tersebut.

Kebetulan parkir agak sepi, papa menemui Dwi yang lagi asyik membaca koran.

”Dwi, kamu sudah tentu tahu kalau rumah ini bakal di kontrak tetangga sebelah.” dengan raut wajah yang santai. Lalu papa duduk didekatnya.

”Iya pak Lukas. Bapak seminggu yang lalu telah meberitahku.” jawabnya pelan. Di raut wajahnya tidak nampak kekecewaan yang berat. Dia nampak santi. Hal ini yang membuat papa semakin penasaran.

”Lalu apa rencanamu setelah kamu tidak menjaga parkir?” dengan tegas papa bertanya sambil mengerningkan dahi. Dengan nada yang datar, tanpa tekanan diapun menjawab lugas.

”Dwi telah memiliki rencana untuk masa depanku. Cita-citaku bekerja di luar negeri sebagai TKI di Arab Saudi. Aku ingin bekerja di sana entah menjaga toko, pom bensin. Kan sudah bisa berbahasa Inggris sedikit-sedikit jadi Dwi tidak takut erantau di negeri orang.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s