novel pembunuhan hal 82

bcx

Joko, Aku Polisi

hal 82

Baru seumur-umur aku di katain China padahal aku tak pernah merasa menjadi orang China. Aneh! Ingin rasanya aku memuntahkan segala kekuatan tanganku untuk meremukan kepalanya!

Wah …keadaan semakin tidak bersahabat. Aku pikir kalau diteruskan nanti jadi petengkaran yang tiada guna. Aku menahan emosiku dan tidak meresponnya lagi lalu aku mengalah keluar dari antrian. Sesaat aku melangkah kaki kembali ke barisan belakang kulihat dia tertawa-tawa mungkin dia kira telah memenangkan pertandingan tinju dan menKo lawannya. Teman-temannya memberikan dukungan dengan tepuk tangan.

Gila! Buat apa meladeni orang gila! Pikirku.

Hati kecewa dan marah mau melawan tapi aku sendirian. Ah..lebih baik melupakan kejadian pahit dan mencari kantin di sebelahnya. Aku pikir buat apa! Gila kalau aku terpengaruh oleh provakasi murahan, konyol seperti itu! Di sekolah ada dua kantin posisinya bersebelahan.

Cuma bedanya satunya agak agak besar dan satu lebih sempit, lebih sepi. Mungkin menu makan dan minumannya sedikit lebih mahal karena tidak ada minuman botol. Penjual kantin kecil ini sangat hemat hanya menyidiakan minuman seduhan teh hangat, kopi, atau air minuman. Sehingga kurang tertarik bagi anak orang kaya.

Makanannya sedikit lebih bergizi misalnya spagheti, pizza, salad buahdan salad daging. Meski mahal dikit tapi ada juga yang menyukai masakan Italy namun rasa Indonesia. Eh…tak sampai sepuluh langkah menuju pintu kantin dari arah belakang pundakku ditepuk oleh Joko.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s