novel pembunuhan hal 96

hao

Joko, Aku Polisi

hal 96

Terhadap teman-teman sekampung, kami berduapun tidak segan untuk berteman bahkan dengan teman-teman sebaya lain kampung. Meskipun kadang kami berdua selektif dalam memilih teman.

Maklum saja daerah lokalisasi penuh dengan orang-orang yang tidak jelas keberadaannya khususnya yang tinggal dikost. Lokalisasi bagi mereka berdua tidak memberikkan pengaruh yang signifikan bagi proses kedewasaan mereka. Papa dan mama lebih sering naik YAMAHA keluaran tahun 80 milik kakek.

Papapun juga memberikan sejumlah uang untuk memperingan biaya per semester. Keputusan membiayai Joko tak lepas dari kelebihan uang yang kami miliki serta papa sangat dekat hubunganya dengan rektor UWM.

Joko mendapat potongan biaya separuh dari biaya keseluruhan. Mamalah yang meminta bantuan beasiswa kepada rektor. Ternyata rektor menyetujui dengan syarat nilai sks harus baik tidak boleh ada nilai D atau membuat keributan sampai tindak kriminal. Kami semua gembira akhirnya Joko bisa kuliah bersamaku.

Malam hari kedua orang tua Joko kerumah mengucapkan banyak terima kasih atas perhatianya memberikan bea siswa separuh biaya kuliah 50%-50%.

”Pak Lukas, kami berdua terharu atas kebaikkan dan perhatian yang mulia ini. Kami berdua hanya sanggup mengkuliahkan Joko asal jangan di WM (Universitas Khatolik Widya Mandala). Kami berdua kaget setenggah mati ketika Joko mengatakan demikian.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s