novel pembunuhan hal 97

abrc

Joko, Aku Polisi

hal 97

Mama dan papa menemui mereka sedangkan kakek dan nenek sudah istirahat. Mereka datang pukul 20.00 WIB. Joko dan aku bermain games bersama Crist di lantai atas. Kami bertiga tahu kedatangan mereka tapi meneruskan permaian ini PS sepak bola Argentina vs Italia.

”Ibu juga gembira sekali akhirnya Joko bisa kuliah. Anak semata wayang sayang kalau tidak kuliah. Kalau hanya mengandalkan ijasah SMU mau jadi apa dia! Sekali lagi kami berdua berterima kasih semoga Tuhan yang membalas kebaikkan bapak dan ibu Lukas.” Lalu ibu menyodorkan masakan soto dua porsi kepada mama.

”Iya..pak …kami berdua menyadari bahwa kamipun merasa Joko sebagai anak sendiri. Sejak kecil sampai sekarang dia teman baik buat John dan Crist. Johnlah yang memiliki idenya. Kami hanya mendukung. Harapan kami semoga Joko menemukan dunianya. Dia bukan anak kecil lagi yang harus memilih jalan hidupnya sebagai orang tua kita hanya pendukung.”

Mereka berempat gobrol dan saling berbagi cerita sekitar satu jam kemudian lalu bapak dan ibu Joko mohon pamit. Setelah itu papa memanggil kami untuk mengakhiri games karena waktunya tidur malam. Jokopun pamitan pulang menyusul bapak dan ibunya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s