novel pembunuhan hal 101

acn

Joko, Aku Polisi

hal 101

Masuk pukul 21.10, suasana café sangat nyaman untuk nyantai, melepas lelah, di isi oleh band dari Jakarta. Saat didalam café, Joko memesan satu picher bir.

Suasana tidak terlalu ramai. Yang membuatku binggung uangnya dari mana? Kok Joko bisa dapat uang untuk membeli bir…di café lagi..!

”Jok, aku tidak suka minum bir. Kamu tahu kan aku alergi akhohol” seru ku.

”Tenang saja John, aku tahu….bir dicipta bukan untuk membunuh atau meracuni tubuh kita, iayakan…kamu tenang saja bir ini rasanya memang enak banget. Dan kali ini aku yang bayar. Bapak tadi siang memberikan uang. Katanya ada rejeki dan aku tak ambil pusing rejeki apa dari mana atau tak tahulah……..” papar Joko.

” Tapi Joko, aku takut mabuk kalau minum. Bila aku menenggak satu gelas bir ini pelan-pelan kulitku akan tampak memerah. Sebab pernah papa memberikan segelas bir ketika menghadiri ulang tahun temanya. Setengak bir langsung berdampak pada kulit ini “sambil kutunjukkan legan ini lalu ,” Lebih baik aku setenggah gelas,Ok.” aku memohon amat sangat.

”OK, kawanku…. aku mengerti John, kamu begitu jangan minum terlalu banyak, cuma sedikit saja, setenggah gelas kan tidak membuatmu mabuk. Tapi kamu tidak merasa sakitkan. Aku yang menghabiskan sisa satu picher bir ini, ok.” Joko semangat sekali mengatakannya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s