novel pembunuhan hal 110

an

Joko, Aku Polisi

hal 110

Musibah datangnya tidak dapat di duga dan kadang tiba-tiba. Sama dengan datang rejeki. Siapapun tak bisa menduga. Rejeki dan musibah berasal dariNya manusia hanya bisa menerima atau menolaknya.

Kehadirannya serba mendadak. Tanpa seorangpun tahu.
Semuanya sangat tergantung pada kekuatan iman masing-masing tanpa bisa di paksa. Percaya atau tidak tentang hal itu. Salah satu sifat kekurangan manusia adalah tidak bisa menerima kalau kehilangan akan seseorang yang cintainya.

Seakan-akan dia harus hidup bersama sepanjang masa karena cinta dan kasih yang melekat di dalam dada. Padahal sirkulasi kehidupan manusia ada yang mengatur.

Dua minggu setelah aku lulus SMU , aku tidak menyangka kakekku meninggal dunia akibat stroke. Karena darah tingginya naik, kakek terjauh di kamar mandi. Tidak dapat disangka ketika dini hari sekitar 01.30 tiba-tiba nenek menjerit keras menemukan kakek sudah terjatuh tersungkur mulutnya keluar busa. Badannya kejang-kejang.

Nenek sangat kebingungan melihat kondisi kakek. Nenek hanya bisa melihat dan menjerit ketika melihat kakek dalam keadaaan sekarat. Beliau segera mengambil posisi duduk di samping kakek sambil kedua tanganya membelai kepalanya. Mata kakek melotot, tubuhnya mengigil dan kejang-kejang, sekujur tubuhnya keluar keringat dingin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s