Novel Pembunuhan hal 126

aao

Joko, Aku Polisi

hal 126

Kakek dan nenek menjalani kehidupan ini dengan sederhana. Bahkan di rumah tidak banyak materi yang berharga semua perabotan sederhana. Kami semua merasakan kesederhaan hidup mulai papan, sandang dan pangan.

Perabotan, meja kursi semua disesuaikan dengan kebutuhan. Kakekpun dengan tegas melarang papa membeli mobil meskipun dengan cara kredit. Boleh membeli mobil bila sudah pindah dari Jarak.

Alasan kakek tidak ada tempatnya meskipun dapat parkir didepan rumah. Kakek lebih cenderung untuk membeli motor saja.
Ya..di rumah ada dua motor keluaran 1980 dan 1990 satu buat papa dan satu buatku.

Mama tidak dapat naik motor. Ilmu dan kebajikkan hidup lebih diutamakan sebagai bekal hidup. Kalimat itu telah menjadi doktrin bagi kami semua. Kakek sering kali mengatakan kepada kami semua ketika makan malam di meja makan

” Hidup tidak hanya diisi oleh kebendaan, materi. Manusia yang beradap tidak berhamba kepada materi. Harta yang melimpah boleh saja kita miliki, hak setiap orang. Akan tetapi materi akan sia-sia bila memperolehnya dengan cara keliru. Sikap dan perilaku yang baik, jujur lahir batin merupakan hal yang utama sebagai isi rumah. Materi mudah dicari. Materi berkaitan dengan uang, ada uang ada barang. Siapa sih yang tidak dapat membeli perabotan mahal. Kalau kita punya perabotan mahal atau sesuatu yang mahal tentu hasil akhirnya kita ingin pujian. Kita harus hidup harmonis keseimbangan dalam menjalani kehidupan. Bila melanggar dari jalur yang semestinya…kita harus menerima segala resikonya.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s