Novel Pembunuhan hal 129

acp

Joko, Aku Polisi

hal 129

”Apapun kesalahan yang papamu lakukkan asalkan tidak melanggar hak-hak orang lain, kakek masih memaafkannya. Papamu ketika kecil dulu sepertimu John bandel, berani, cerdas, dan jujur. Kakek tidak ingin punya anak laki-laki yang cenggeng, pemalu, apalagi pemalas.”

Kakek kerap kali mengingatkan kami berdua untuk selalu belajar, suka bertanya dan belajar tentang arti menjalani kehidupan.

Kakek sering mengatakan bahwa belajar bukan untuk sekolah tetapi untuk hidup. Berulang kali kakek mengingatkan bahwa masa depan ada ditangan pada diri sendiri bukan orang lain.

Enak dan ngak engak atas hidup ini tidak terlepas dari perbuatan kita sehari-hari. Kejujuran dan kecerdasan harus dimulia dari otak, mulut, dan tindakan merupakan landasan dasar dan tidak boleh menyimpang dari ajaran Tuhan.

Segala perbuatan di dunia ini harus dipertanggungjawabkan pada diri kita sendiri dan Sang Pencipta kalau percaya Dia ada! Ya…banyak petuah kakek menjadi referensi bagi hidupku.

Jadi belajar untuk hidup harus dilaksanakan sesuai dengan bakat dan kemauan, kerja keras mewujudkan demi memperbaikai kualitas hidup. Salah satunya selaras dengan alam.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s