Novel Pembunuhan hal 138

af

Joko, Aku Polisi

hal 138

”Joko, aku berusaha sekuat tenaga meloloskan ideku ini. Aku tahu kelihatannya mustahil! Tapi aku belum mencoba. Sayang kalau kita harus berpisah, tidak bisa kuliah sama-sama. Dalam hatiku aku ingin kuliah bersamamu di UWM. Mari kita berdoa bersama-sama agar ideku terkabulkan. Yang penting buatmu adalah kamu harus mempersiapkan dirimu sebaik mungkin belajar lebih serius.” kata-kata membuatnya terdiam sesaat.

Dia kelihatan merenung. Kedua alistnya bertaut cepat, tatapan matanya serius menatap mataku.

”Benar sobat. Rasanya aku juga demikian berat kalau kita tidak kuliah sama –sama meski harus berbeda jurusan. Aku juga akan menyampaikan keinginanku kuliah bersamamu kepada bapak dan ibuku. Beratnya aku tidak ingin berpisah denganmu!” Joko benar-benar tidak ingin kami berdua berpisah selama masih belajar. Akupun demikian.

Kami ngobrol sampai larut malam. Aku mencoba mengabaikan masalah keuangan dan biaya mahal dikuliah nantinya. Aku lebih tertarik mendengarkan Joko berceloteh tentang permasalahan hukum dinegeri ini. Dia sangat kritis terhadap para pelaku yang telah menghisap uang rakyat demi kepentingan sendiri dam golongannya.

Aku setuju atas pilihannya kuliah di jurusan hukum. Keperibadianya sangat cocok sebagai pengacara. Dukungan penuh diberikan kepada sahabatnya. Joko sangat geram bila membaca di surat khabar terdapat anggota dewan baik dipusat atau yang terlibat korupsi. Dia selalu mengatakan dengan berapi-api.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s