Novel Pembunuhan Hal 142

accx

Joko, Aku Polisi

hal 142

Malam semakin larut. Angin malam mulai menerpa tubuh kami berdua. Awan nampak cerah dengan sinar bulan menyinari bumi dengan cahaya lembut. Aku segera berpamitan dengan Joko.

Percakapan sahabat ini layaknya komunikasi dua arah antara kakak dan adik. Aku dan Joko jarang sekali ngobrol sampai larut malam dengan teman-teman lain di gang.

Maklum saja teman-teman di gang jarang yang melanjutkan kuliah, kebanyakkan telah bekerja dan menikah. Setelah melembaiakan tanggan aku melangkah ke luar rumah menuju ke tempat peraduanku.

Sebelum tidur aku berdoa ya….Tuhan kabulkan doaku. Aku ingin Joko bisa kuliah bersama-sama meski berbeda jurusan. Aku tak membayangkan bila harus berpisah denganku. Semoga kami berdua tidak menyia-yiakan kesempatan terbaik dalam hidup kami. Akupun berharap bisa membantu sesuai kemapuankubila ia mengalamai kesulitan biaya. Amin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s