Novel Pembunuhan hal 159

ccd

Joko, Aku Kembali

hal 159

”Sebagai orang tua tentu sudah pasti menginginkan anaknya bisa kuliah untuk meraih masa depan yang lebih baik. Meski saya paham betul karena kami berdua juga tidak kuliah. Rasanya hari ini hari keberuntungan kami berdua, malam ini kami benar-benar kejatuhan durian berton-ton dari langit………….”

beliau menitikan air mata, kedua tangannya mencoba membersihkan lelehan air mata di kedua pipinya. Mama turut terharu melihat respon mereka berdua.

Kata ibu Sri lagi.

” Pak dan bu Lukas….kamipun bangga akan persahabatan John dan Joko sejak SD sampai sekarang. Sudah bertahun-tahun saya mengamati mereka berdua bahwa mereka berdua memiliki hati yang sama saling menyayangi dan saling berbagi akan banyak hal. Mungkin karena itu mereka sulit untuk dipisahkan. Sekali lagi terima kasih atas kebaikkan yang mulia ini semoga Tuhan tetap memberikan balasan yang setimpal.”

Ibu tak tahan menahan luapan air mata, menanggis sesunggukan. Kedua tanganya menutup wajahnya lalu pak Remo segera memeluknya. Lengannya meraih pundaknya dan menarik dalam rengkuhannya.

Pak Remo hanya gelang-geleng-geleng kepala. Suasana malam ini begitu dramatis, papa dan mama terenyuh melihat mereka berdua sebab papa dan mama juga tidak menyangka kalau hasil akhirnya seperti ini.
Setelah ibu Sri puas dengan rasa haru dan penuh persaaan suka cita, beliau beranjak ke dapur mempersiapkan minuman empat gelas teh hangat dan pisang goreng.

Kebetulan setelah pulang kerja ibu Sri mengoreng pisang. Lalu mereka saling ngobrol dan saling berbagi informasi, guyonan. Sama-sama puas dan terbuka akan maksud tang tulus dari papa dan mama mereka berdua bisa menerima bantuan ini.

Mama mengatakan rincian jenis bantuan yang di berikan kepada Joko. Memberikan subsidi besar bagi Joko teruatama bebas dari biaya uang gedung, Joko hanya membayar biaya per semester, itu hanya separuh sisanya di bayar oleh papa dan mama.

Memang hal yang paling berat di lakukkan umat Tuhan yaitu beramal. Memberikan bantuan yang yang tepat pada sasaran, jelas, transparan, jujur dan yang terakhir tidak pernah meminta imbalan. Semua di lakukkan dengan niat baik. Malam telah larut, sekitar pukul 21.30 WIB papa dan mama mohon diri.

Ketika papa dan mama akan melangkah ke rumah tiba-tiba Pak Remon menjabat tangan papa sambil berkata santun dan penuh rasa terima kasih,

”Kami berdua mengucapkan banyak terima kasih atas kebaikkan pak Lukas dan bu Lukas, juga anak bapak John yang penuh perhatian kepada kami khususnya Joko. Semoga Tuhan melihat kebaikkan saudara dan mendapatkan berkah yang lebih dari yang anda berikan.”

Papa dan mama mengumbar senyum lalu bersamaan menjawabnya,
”Amin.”

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s