Novel Pembunuhan Hal 166

accc

Joko, Aku Polisi

hal 166

Pertanyan itu cukup mengagetkan mereka berdua. Bapak dan ibu saling berpandang lalu terdiam sesaat. Mereka berdua tak menyangka mendapatkan pertanyaan yang mengagetkan dari anaknya.

Bapak langsung mengecilkan volume tv dan memberikan jawaban dengan kedua laisnya saling bertuat, kedua matanya menatap serius ke arahnya.

” Joko anakku, akhir-akhir ini bapak sibuk mengurusi taman kota yang terdapat di berbagai sudut kota. Kamu tahu sendiri bahwa urusan taman, lanskap membutuhkan waktu yang cukup. Bapak harus memeriksa detil dan hati-hati bila terjadi korupsi di instansi bapak. Apalagi sekarang banyak pembangunan taman kota di berbagai sudut koya agar kota Surabaya lebih asri. Bapak tidak tahu maksud pertanyaanmu?”

”Tapi pak, apa perlu lembur sampai telat pulang. Bahkan bapak pernah ngak pulang sampai beberapa hari? Ada apa? Joko pikir baru kali ini bapak melakukkannya.”

”Iya benar.” bapak terdiam beberpa saat. Kepala menunduk mungkin sambil berpikir mencari jawab yang pantas baginya. Ibu Sri diam terpaku entah betapa kecamuk pikiranya memikirkan masalah ini. Lalu bapak mengangkat kepalanya dan melanjutkan komentarnya ” Bila bapak ngak pulang berarti bapak harus ke Malang atau ke Jember membeli bunga. Bapak ngak mau sampai terjadi kesalahan dalam pemilihannya jenis atau bentu tanaman khusus buat taman kota. Jadi bapak dengan beberapa staff berangkat sama-sama.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s