Novel Pembunuhan Hal 186

adsa

Joko, Aku Polisi

hal 186

”Tapi John,…aku sungguh-sungguh kehilangganmu. Apalagi ibu dan bapakku ada masalah. Aku tak tahu secara pasti masalah apa! Aku mulai curiga mengapa bapak sering pulang ke rumah terlambat. Kadang pulang larut malam. Bahkan pernah tidak pulang dengan alasan lembur atau keluar kota. Ibu mulai curiga dan takut dengan sikap perilaku bapak. Ibu tidak berani memaksa bapak untuk menjelaskan mengapa sampai lembur!! Paling-paling ibu hanya berpesan kalau lembur jangan lupa telphone rumah.

Aku berharap semoga tidak terjadi masalah berarti. Dan bapak dan ibu dapat mencari solusinya. Aku sendiri tidak berani bertanya kepada bapak, takut beliau marah. Aku mengerti bapak bekerja keras untuk kami semua.

Tapi kepergianmulah sungguh-sungguh membuatku sedih, aku merasa kehilangan seseorang yang aku cintai selama ini! Aku tak membayangkan kalau persahabatan kita akan berakhir juga. Aku tahu kamu bukanlah saudaraku kandung namun hatiku mengatakan yang sejujurnya, kamu adalah saudaraku. Permasalahan bapakdan ibu aku bisa mengerti tapi..persahabatan ini……. ”

Joko meneteskan air mata kembali, sedih, hancur melihat tingkah laku bapaknya. Raut mukanya memerah menahan isak tangis. Akupun mencoba bersikap tenang dan dewasa. Dalam benakku aku juga berkata hal yang sama dengannya. Kutepuk pelan pundaknya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s