Novel Pembunuhan Hal 201

agaa

Joko, Aku Polisi

hal 201

Joko terus menanggis tersedu-sedu dan langsung menuju rumah. Selama perjalan pulang kepala menunduk terus, dia tidak ambil pusing ketika ada teman se gang memangilnya. Dia berjalan bergegas kerumah dengan kepala tetap menunduk. Di kamar di menanggis sekeras-kerasnya.

Persahabatan baginya sangat penting. Aku layaknya seperti saudara kandung katanya dalam hati.Dia takut tidak ketemu aku lagi. Aku di Jakarta dan dia di Surabaya bisa berkomunikasi lewat media internet, tapi tidak bisa ketemu langsung. Harapannya aku tetap ingat akan janji persahabatan.

Kehilangan dia berarti kehilangan segalanya. Kesedihan ini tidak dirasakan oleh ibunya dan bapaknya sedang bermasalah. Jokopun bersikap demikian. Akupun juga kehilangan Joko yang menjadi sahabat dan “suadara kandung” selama ini. Papa, mama, dan Crist sangat simpati kepadanya. Mereka juga yakin kalau kepergianaku ke Jakarta membuat dia sedih.

Tapi hidup bagaiakan roda berputar kalau tidak berputar berarti perlu dicari permasalahnya, apa rodanya perlu diganti, mesin rusak, atau memang waktu pensiun dan ganti roda baru!!!!!!

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s