Kisah Sedih Pelacur Di Lokalisasi Bagian 4

y

Setiap profesi tentu ada suka dan dukanya. Semua profesi kerja sudah menyadari bahwa suka dan duka menjadi bagian dari resiko pekerjaan.

Para pelacurpun demikian juga.

Beginilah kisahnya :

”’ sebut saja nama Santi, pelacur cantik dan sexy di salah satu rumah wisma di Jarak. Suatu ketika dia menerima pelanggan yang ganteng dan keren.

Santi masih mudah saat itu usia sekitar 25 tahunan, berkulit sawo matang dan suka menghias dirinya layaknya artis. maklum saja penampilan fisiknya tinggi dan sexy.

nah, persoalannya ketika masuk ke kamar pelayanan Santi biasa-biasa saja untuk memuaskan pelanggan. namun pelanggan marah-marah karena kurang memuaskan dirinya. pelanggan tersebut marah dan menhina dirinya dengan kata-kata yang tidak ada lama kamus.

Karena di bayar mahal Santi diam saja sambil menanggis dalam hati.

Pelanggan tersebut kecewa karena belum merasa belum puas padahal permainan sudah selesai, pelanggan sudah mencapai klimak.

Santi hanya bisa dia diam. Di dalam benak Santi, harga dirinya sudah babak belur sudah dihancurkan lagi dengan perkataan yang menyakitkan perasaaanya.”””””’

Ini berdasarkan fakta.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s