Kisah Perih Di Lokalisasi

re

Tidak selamanya pelacur bisa berbahagia selama menjalani kehidupan di lokalisasi. Kasus demi kasus perih,menyedihkan kerapkali menyertai perjalanan akan dunia pelacuran.

Namanya profesi selalu ada kerugian dan keberuntungan, resiko pelacur sangat besar.

Beginilah kisah perih di lokalisasi.

Sebut saja Ana, pernah menceritakan pengalaman pahit seperti ini. Ketika menerima pelanggan ganteng, gagah, dan sexy, Ana senang sekali bisa ngesex dengannya.

Setelah ngesex dengan puas Ana tertidur pulas karena kelelahan bermain sex dengannya. Ana sangat puas sekali hingga tertidur. Sebelum tertidur pelanggan sempat mencium dirinya sehingga membuatnya semakin kelelahan.

Ana tidur pulas. Tak lama kemudian Ana terbangun dengan terkejut setelah kalung emas yang melilit lehernya sudah tidak ada. Selain itu uang yang diberikan tidak lebih dari Rp10 ribu.

Penipuan,,,,,ya,,,Ana…baru sadar kemudian bahwa lelaki tadi penipu setelah melihat dirinya sudah tidak memiliki kalung emas dan dibayar sangat murah.

Tangisanpun meledak keras di dalam kamar.

Beginilah resikonya, padahal pelacur sudah berbuat baik melayani sexualitas demi uang dan kepuasan pelanggan. Resiko kehidupan.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s