Pelajaran Ke-19 di Lokalisasi

zzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz

Kesombongan kerapkali terlihat jelas dari wajah-wajah pengunjung ke lokalisasi. Terlihat jelas dari caranya ngomong, bertindak, sok banyak uang dengan memamerkan uangnya, dan selalu membawa teman lebih dari satu bisa sepuluh.

Penampilan sombong ditunjukkan untuk menunjukkan siapa dirinya kepada orang lain.

Cara ngomong sama pelacur juga bahasa ‘tinggi’ seakan-akan memiliki penampilan yang menarik dan gagah dengan uang yang ada. Bahkan kesombongan ini terbawa hingga masuk ke bar.

Semua temannya dibayarin dengan uangnya.

Poinnya adalah dunia malam dunia kepalsuan, di mana kesombongan diciptakan untuk memamerkan dirinya agar bisa dipuji dengan kekayaan yang ada.

Kalau sudah dipuji maka ada kebanggaan rasa dan memuaskan batinnnya. Uang telah menjadi raja di lokalisasi, siapa yang bawa uang maka siap menjadi raja.

Siapa yang tidak punya uang maka siap menjadi malingnya. HUKUM RIMBA BERLAKU DI LOKALISASI…siapa yang berani baik bawa sajam, bawa senjata api, membawa jimat anti apapun bisa menjadi raja semalam dengan segala pujian dan makian.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s