Pelajaran Ke-31 Di Lokalisasi

zzzzzzzzzzzzzz

Sebuah nama sama sekali tidak pentingdi lokalisasi. Semua penghuni lokalisasi selalu menyembunyikan identitas diri yang asli.

Selain itu para pengunjung yang menikmati indahnya lokalisasi juga menyembunyikan identitas dirinya, terutama namanya.

Bertahun-tahun lamanya sejak SD hingga memiliki anak sebuah nama tidaklah penting bagi seorang pelacur.

Nama asli, nama yang tertulis di KTP selalu tersembunyi rapat-rapat. Apalah arti sebuah nama bagi seorang pelacur ?

Nama asli menjadi menyakitkan untuk disebut di lokalisasi. Termasuk para penikmat dunia hiburan lokalisasi seperti karaoke, pijat, tidak ada sebuah nama.

Bahkan nama Dolly tidak bisa di temukan di lokalisasi baik tertulis, terpahat, atau dicantumkan untuk nama wisma.

Nama asli seakan-akan menjadi ‘TERLARANG’ di sebut-sebut. Bahkan nama asli saya juga tidak pernah di sebut-sebut oleh tetangga kanan dan kiri atau para pengunjung. Semua serba penuh dengan kepalsuan karena yang dicari kesenangan. Suka cita bersama dunia mala memang memabukkan.

Padahal saya sudah mengenal mereka dengan ‘baik’.

Sayapun dipangggil dengan sebutan ‘OM’. Ketika masih kecil saya dipanggil ‘SINYO’. Nama menjadi tidak berarti bagi lokalisasi.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s