Pelacur Juga Punya Perasaan

zzzzzzzz

Setiap profesi memiliki perasaan terhadap lingkungan dan para pelanggannya. Terhadap nasipnya sendiri para pelacur juga bisa melihat bahwa inilah pilihan terberat sepanjang hidupnya.

Profesi pelacur bukan saja menyita sebagian cita-cita hidupnya namun juga masa depannya yang tidak jelas.

Pelacur bukanlah impian bagi para “wanita ” yang gagal menjadi seorang ibu. Pilihan menjadi pelacur banyak sebab dan alasannya serta tidak mudah memahami sedalam-dalamnya mengapa memilih profesi ini.

Profesi hina dan paling hina di dunia ini.

Perasaan pelacur sangat sensitif dan sangat peka terhadap orang-orang yang tidak dikenalnya dengan baik. Tidak mudah mengupas seluk beluk pelacur apabila tidak dikenak sedekat mungkin.

Kedekatan dengan pelacur bertahun-tahun lamanya membuat penulis memahami bagaimana sakitnya dan perihnya luka batin seorang pelacur.

Alasannya karena perasaan mereka hancur total. Memang tidak semua merasakan hal ini namun sebagian besar perasaan pelacur sudah tidak ada. Bahkan mereka tidak memiliki karena sekian tahun sudah rusak oleh keadaan yang membuatnya seperti itu, hina dina.

Dampaknya mereka hanya peka terhadap orang-orang yang dicintainya kalau ada misalnya anak atau orang tuanya.

Luka batin yang mengangga membuat mereka tidak peduli akan hal yang lain kecuali uang. Tampak luar semua sama karena kita juga manusia.

Perbedaan manusia hanya bagian dalam artinya sikap dan perbuatannya yang beda.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s