Joko, Aku Polisi hal 36

aaasq

Papa diam dan tersenyum mendengar pertanyaannya. Papa sekali lagi tersenyum sambil meremas pelan jari-jari mama. Mamapun merespon dengan menjawab pelan sambil merasakan kelembutan jari-jari papa.

”Lingkungan sekeras apapun suatu lingkungan misalnya pegunungan cadas di gunung Kidul atau padang pasir di Timur Tengah atau dingin dan kerasnya kehidupan di kutub utara atau selatan, aku merasa masih keras hati kita. Hati manusia sekeras baja karena kalau sudah memiliki tekad atau kemauan susahnya minta ampun untuk berubah.

Dengan tekad baja manusia bisa menjelajah berbagai medan kehidupan hingga ke ruang angkasa. Tekad sekuat baja dan keinginan untuk maju sukses menjalani kehidupan adalah modal kita hidup harmoni dengan alam. Jadi kita tidak perlu terlalu terpengaruh dan menjadikan kita terjerumus oleh lingkungan lokalisasi. Kita tidak bisa menyalahkan lingkungan, kitalah yang berubah dan hidup harmoni. Memang tidak salah apa yang kamu pikirkan tentang lokalisasi tapi kita berdua harus bisa mengatasinya demi masa depan kita semua anak-aanak kita nantinya.”

”Jadi selama ini kamu dan keluargamu….benar-benar hidup harmoni dengan lingkungan seperti itu.! Hebat juga. Aku pikir kita serius mempersiapkan sedetil-detilnya sebelum melangkah ke pelaminan. Aku tak ingin semua mengalir seperti air. Aku ingin kita punya cita-cita atau impian tentang sebuah kehidupan yang lebih baik.”

Joko, Aku Polisi hal 35

aak

”Fefe, aku ingin berterus terang aja. Aku ingin melamarmu, menikahimu. Aku merasa aku telah cukup umur menikahi seseorang. Kebetulan seseorang itu adalah kamu. Rasanya aku telah terjatuh dalam percintaan ini. Aku tak kuasa menahan terlalu lama dan kupendam di dalam hati.

Saat ini sudah waktunya……aku memiliki seseorang yang bisa saling berbagi cinta dan mungkin berbagi segala-galanya. Aku berkata demikian sudah aku pikir bertahun-tahun yang lalu……” lalu papa memegang dan mengelus lembut jemari tanganya meski sedikit bercanda.

Lalu kedua saling bertatap muka dengan jarak yang sangat dekat. Hidung mereka berdua saling berdekatan hanya berjarak beberapa inch. Saling beradu pandang, mungkin detak jantung masing-masing berdegup lebih cepat dari biasanya.

”Inilah saat yang aku tunggu-tunggu. Aku tak perlu berharap terlalu lama menanti pinanganmu. Aku menerimanya dengan setulus hati. Aku sangat mencintaimu.” tanpa panjang lebar mereka berdua beradu bibir dan menyatakan cinta tulus. Entah kapan iklan sponsor beralih ke film.

Setelah itu mereka berdua menikamti film meski di dalam hati sudah tidak menarik lagi.. Rasa kasamaran tumpah ruah dalam ciuman pertama.mamapun bersandar ke bahu papa dan papa melingkarkan lengannya memeluk mama. Mama berbisik pelan.

”Maaf, bila pertanyaanku menyinggung perasaanmu Lukas, bagaimana caramu mengatasi lingkungan di sekitarmu! Aku sangat penasaran sekali, tolong deh saya diberitahu.” tanyanya manja sekali sambil tetap menyandarkan kepalanya di bahu papa. Memang papa jarang berbicara tentang hal ini. Pikir papa yang penting bagaimana mengutarakan isi hati daripada membahas hal itu.

Joko, Aku Polisi hal 34

aam

Kemudian papi dan mami akan memikirkan langkah berikutnya. Mereka berdua bersyukur kepada Tuhan atas terkabulnya doa yaitu semoga Lukas mendapatkan jodoh ternyata terkabulkan amin syukur kepada Tuhan.

Malam minggu papa ingin mengajak calon istrinya menonton bioskop di Tunjungan Plaza untuk pertama kalinya. Papa memilih film romatis dengan judul Titanic kebetulan sekali sepi penontonnya lalu memilih tempat agak tengah.

Mungkin sudah waktunya untuk di ganti dengan film lain karena sudah mencapai limit penurunan penonton. Film dengan jumlah Oscar terbanyak di zamannya dibintangi Leanardo Di Caprio. Papa memang berminat melamar dirinya di dalam gedung bioskop.

Alasan papa sederhana yaitu tempatnya sepi, sedikit gelap, nuansa romantis, sedikit orang yang menaruh perhatian karena semuanya pasti melototi layar lebar. Tentu sangat menarik bila kulontarkan isi hatiku seperti peluru kendali yang siap meluncur mencapai orbit kata papa dalam hati. Bebas tanpa hambatan.

Kepala kepala seditki bersandar ke bahu FeFe. Dia tersenyum sambil menyandarkan bahunya ke papa. Sedikit berbisik agak keras papa mulai bereaksi. Ketika di layar masih menayangkan iklan sponsor, papa segera beraksi.

Joko, Aku Polisi hal 33

adsd

Mami dan papi tersenyum melihat anaknya yang sedang berbunga-bunga. Setelah diam sejenak agar suasan lebih santai papi mulai angkat bicara menjawab pertanyaan papa.

” Lukas, memang sudah saatnya kamu menikah. Kalau umur sudah cukup lalu menunggu apa lagi? Papi dan mami setuju bila gadis ini (sambil melirik ke mami) sudah menjadi pilihanmu.

Kami berdua berharap kamu bisa membina rumah tangga sebaik mungkin. Kami berdua merestuimu, tolong pokir sekali lagi sudah benarkah pilihanmu!” mami juga tertarik untuk menambah jawaban papi.

”Mami hanya pesan Lukas, sebagai anak tunggal kamu harus memilih calon istri yang tepat, kalian sudah saling mencintai. Mami mau tanya apakah kamu mencintai Fe Fe sepenuh hati?” mendadak papa seketika kaget luar biasa. Tak menyangka mendapatkan pertanyaan. Dengan tenang papa menjawab.

”Betul sekali, kami sudah merasa cocok untuk berbagi dalam hidup ini. Meski kami berdua baru tiga bulan berkenalan, tapi getaran hati kami berdua telah menyatu seperti sebongkah batu, keras dan kuat.

Lukas yakin bahwa kami benar-benar saling mencintai. Dan aku serius mengatakan hal ini. Fefe pilihan yang tepat sebagai istriku.” papa mengatakan dengan mimik muka serius dengan nada suara mantap. Papapun bangga atas pertanyaan yang menyakinkan mami dan papi.

Joko, Aku Polisi 32

aff

Setelah melembaikan tangan tanda perpisahan mama segera masuk kamar dan papa menarik gas motor menuju ke rumah. Perjalanan pulang kerumah hati papa berbunga-bunga berkali-kali papa tersenyum sendiri benar-benar penuh kasmaran.

Berulang kali dibenaknya berkata ”Wah…..benar-benar gadis pilihanku, berani menentukan sikap menjatuhkan pilihan saat yang tepat, penuh kasih dan sayang..aku senang berjumpa dirinya.”

Setelah tiba di rumah papa segera mengungkapkan isi hatinya kepada papi dan mami. Karena tak sabar agar papi dan mami mengetahui betapa besar cinta kepada Fefe. Papa segera menemui papi dan mami di ruang tamu meneruskan topik pembicaraan tentang pernikahan. Papi dan mami geli melihat respons dan reaksi pada diri papa.

Raut wajah berseri-seri seakan-akan mendapat undian miliaran rupiah. Sebelum tidur pikir papa agar masalah ini segera beres.

”Papi dan mami, rasanya aku tak sabar untuk berbicara langsung aja alasanku mengajaknya kemari. Setelah aku dan dia berpacaran sekitar tiga bulan, aku merasa ada kecocokan lahir batin. Aku ingin segera menikah di pertengahan semester tahun depan.

Sehingga kami berdua bisa mengambil cuti. Lalu bagaimana pendapat papi dan mami?” papa mantap dan percaya diri bahwa dialah calon istri yang pantas baginya. Papa menunjukkan keseriusannya.

Meski kalimatnya terburu-buru. Detak jantungnya naik turun tidak normal. Raut wajah papa namapk berseri-seri meski tarikan nafasnya naik turun. Kemudian menyadari bahwa papa terlalu terburu-buru mengucapkannya kepada papi dan mami.

Joko, Aku Polisi hal 31

abcx

Papa tak sabar segera menjawabnya.

”Ya…..semoga apa yang kita harapkan terkabulkan, rasanya aku tak sabar segera meminangmu secepatnya. Rasanya jantung mau copot mendengar jawabanmu. Aku tak sangka kamu begitu percaya diri, aku salut kepadamu.”

”Waktu tidak bisa dijadikan ukuran akan kesetiaan menjaga komitmen. Jangan kuatir pak Lukas……….Akupun selalu menantinya setiap saat. Selama kita masih mau menjaga komitmen, aku yakin pasti ada jalan terbaik buat kita berdua. Kupikir kalau kuat berdua sudah saatnya memikirkan masa depan, keluarga, atau hidup berumah tangga.”

papa tersenyum mendengarkan kalimat yang cukup dewasa darinya.

Lalu papa mendekatkan bibir mencium kening mama, mama tersenyum puas dengan sikap papa lalu berpamitan untuk pulang. Beberapa orang lalu lalang melirik reaksi papa.

Mamapun tidak menghiraukan, apa benar kata orang suku jawa kalau sedang jatuh cinta ora wedi mbledose gunung engak takut dengan letusan gunung. Cinta benar-benar memabukkan! Sebelum pulang papa meminta untuk menghilangkan kata pak di depan nama Lukas. Dan mamapun mengiyakan dengan senyuman manis tersungging di bibir tipisnya.

Joko, Aku Polisi 30

alm

Mungkin papa tak sabar ingin segera menikah dengan mama atau memang sedang jatuh cinta, gelora gairah asmara sedang pada puncaknya!. Dengan nada berat papa mengatakan kepada mama.

”Hei, maafkan aku sekali ibu Fefe….apakah kamu engak salah memilih diriku sebagai calon suamimu? Apakah kamu benar-benar serius mengatakan kepada orang tuaku tadi? Dan …maafkan aku tidak meminta persetujuan darimu tentang cinta sebab aku pikir kita harus jujur bahwa ada rasa cinta ada di hati kita.”

Sambil berdiri dan menatap mata papa lekat-lekat dan membungkukkan badan lebih dekat ke wajah papa, mama menjawab dengan kalimat penuh makna mendalam.

”Tak usah ragu dengan pilihanku. Kamulah satu-satunya mahkluk Tuhan yang paling sexy, ganteng yang berani mencuri hatiku. Cintaku yang engkau renggut dengan pandangan pertama membuatku terjatuh di dalam jurang hatimu sehingga aku tak berdaya, lemah di hadapanmu, tak berkutik secentimterpun dari dirimu, menyerah tertunduk kagum akan kegantenganmu, terdiam membisu hanya menuruti kata hatimu. Aku pikir sekali lagi aku tidak salah memilih dirimu Lukas. Logikaku beku, macet, membeku sebeku es abadi di Seberia saat berjumpa denganmu sayangku. Aku percaya katamu bukan masalah waktu tapi komitmen seperti katamu. Itu yang penting.”

sambil tersenyum setelah itu. Pelan-pelan kedua mata saling beradu pandang dengan jarak sangat dekat hidung mereka hampir bersentuhan. Suara mama semakin jelas dan bening.