Cara Lolos Dari Pemerkosa

mer

Pemerkosa biasanya sudah terobsesi dengan calon korbannya. Pemerkosa tidak peduli dengan kondisi korban selama hasrat jahat merasuki otaknya maka siapa saja bisa diperkosa.

Khusunya pemerkosa teman dekat karena keinginan untuk memiliki kandas, tidak diterima oleh korban.

Hal inilah yang membuat niat jahat muncul. Dengan segala bujuk rayu dan pura-pura baik pemerkosa akan melakukan niatnya bila ada kesempatan.

Korban tidak merasa kalau nait jahat sudah ada.

Untuk menghindar para korban biasanya perempuan maka ikutilah cara-cara meloloskan diri dari pemerkosa :

1. Jangan mau diajak bepergian ke mana saja.

2. Tolak dengan kata-kata lembut agar tidak menyakiti dirinya.

3. Jaga mulut perempuan agar tidak menghina para pria. Karena hinaan inilah pemicu utama pemerkosa yang sakit hati.

4. Hati-hati dan waspada oleh kebaikkan pria yang sudah ditolak perempuan. Jadi perempuan harus waspada setiap kali menerima sms atau ajakkan untuk keluar rumah.

5. Apapun yang dikatakan jangan percaya. Jadi harus menghindar.

Selamat mencoba dan jaga mulut dan bicara perempuan.

Advertisements

Pemerkosan Anak Kandung Layak Di Hukum Mati

anak

Kasus pemerkosaan disertai pembunuhan kembali terjadi seperti di Jakarta sehari yang lalu. 3 pelaku salah satunya adalah ayah kandung korban tega melakukan tindakan bejat.

Di beberapa tempat di Indonesia seringkali terjadi pemerkoasaan terhadap anak kandung. Polisi berhasil menangkap pelakunya yang rata-rata sudah kenal korban.

Ada korban yang berani melapor ada yang takut melapor karena diancam oleh pelaku.

Inilah alasan pemerkosaan :

– faktor biologis dari pelaku karena ingin merasakan permainan sex dengan anak-anak. Fantasi sex ini datang karena banyak faktor karena ditinggal istri, terlalu sering melihat film porno, ajakan teman, karena mabuk

– faktor moralitas yang rendah. Sumber daya manusia yang rendah sehingga menimbulkan rasa tega dan kejam terhadap anak kandung sendiri. Pendidikan rendah, jarang bergaul, tertutup, tidak mau bersosialisasi dengan warga, suka mabuk dan judi.

– faktor tak bisa menahan nafsu. Karena sudah terlalu nafsu sehingga hanya ada pikiran ngesex semata sehingga tidak bisa membedakan apakah anak kandung atau tidak.

– pelampiasan emosi. Orang tua laki kadang tidak mampu mengendalikan diri terhadap emosi. Entah mengapa emosi harus disalurkan.

Akan tetapi kasus pemerkosaan lebih banyak ke fantor fantasi sexual. Keinginan ngesex dengan anak misalnya terus terbayang-bayang sehingga begitu ada kesempatan akan dilakukan.