Novel Pembunuhan Hal 229

agsz

Joko, Aku Polisi

hal 229

Joko terkejut setelah ibu menceritakan segala permasalahan rumah tangga antara bapak dan ibu. Entah siapa yang salah namun alasan bapak berpoligami karena masih ingin menikamti hubungan sexual dengan seorang gadis yang masih perawan lagi.

Alasan bapak ibu sudah kehilangan gairah sexual atau menopuase sedangkan bapak masih tinggi hasrat bermain sex. Jadi tidak ada keseimbangan lsexual dengan ibu maka bapak menikah lagi solusinya.

Bapak tidak mau melacur dengan lonte. Lebih baik menikah dnegan dua orang istri. Joko hanya geleng-geleng kepala setelah mendengar ceritanya. Jokopun bisa mengambik kesempulanya yaitu bapak sudah kehilangan separuh cinta dan mengorbankanya demi hasrat sexual.

Acara pembacaan hasil keputusan sidang penceraian di pengadilan agama pukul 10.00 WIB. Aku dan ibu telah datang terlebih dahulu tapi bapak belum datang. Hati Joko gelisah dan kacau memikirkan kedua orang tuanya. Joko menyuruh ibu untuk menunggu di dalam ruang sidang dan Joko ingin menanti bapaknya di luar.

Saat itu di beberapa ruangan lain ada satu pasangan yang hanya menunggu hasilnya sedangkan beberapa pasangan lain sedang berkonsultasi. Joko melihat jam tangannya masih menunjukkan pukul 09.30 WIB tapi bapaknya belum datang. Sudah dua minggi ini Joko belum berkomunikasi sama sekali dengan bapak. Jokopun tidak mau juga menghubungginya.

Advertisements

Novel Pembunuhan Hal 228

areqq

Joko, Aku Polisi

hal 228

”Aku percaya bahwa kamu juga masih mencintaiku. Tapi keputusanmu untuk menikah lagi membuat hatiku hancur. Aku tidak rela di duakan cintaku, lebih baik bapak ceraikan istrimu ini. Rasa sakit itu melebihi ketika aku mengeluarkan Joko dari perutku.”

”Maafkan aku ibu, bapak tidak pernah bermaksud demikian, Joko sangat menyesal atas perceraian dan kehilangan kasih sayang dari orang tua. Kehilangan sahabatnya dan kasih sayang.

Tapi aku berjanji tetap bertangung jawab sebagai bapak terhadap masa depan Joko. Sekali lagi maafkan aku ibu, kalau ibu tetap pada permintaan cerai dengan terpaksa aku menurutinya. Segala biaya aku tanggung, rumah dan segala harta menjadi milikmu. Aku berharap hubungan kita tetap baik meskipun berpisah.

Semua ini demi anak kita, Joko. Aku ingin dia menjadi orang, sesuai dengan keinginannya menjadi pengacara.”

Ibu tetap diam dan menunduk. Tidak banyak respon. Sedangkan bapak segera beranjak pergi meninggalkan ibu sendirian. Bapakpun mantap juga dengan keputusan ini. Sebelum pintu tertutup bapak berpesan jangan sampai telat menghadiri sidang dipengadilan agama minggu depan. Ibu tidak mau lagi melihat wajahnya, tetap diam.

Pintu tertutup pelan. Sudah hilang seseorang yang pernah mencintainya selama 23 tahun, sekarang menjadi kenangan yang menyakitkan. Air mata bercururan keras tidak dapat menahan kesalnya hati. Para tetangga kanan kiri menaruh perhatian, merasa kasihan melihat hancurnya keluarga Joko. Namun apa mau di kata semua atas kehendak bersama. Terutama Joko setelah ditinggal “saudaranya” ke Jakarta, sekarang oleh bapaknya.

Novel Pembunuhan Hal 227

acx

Joko, Aku Polisi

hal 227

Dua Minggu Kemudian.

Dua minggu kemudian Bapak dan ibu sepakat berpisah resmi dengan alasan ibu tidak mau di madu. Mereka bercerai di pengadilan agama. Mereka berdua seia sekata bahwa ibu menerima perceraian ini. Tujuannya agar bapak terselamatkan pekerjaannya tidak dipecat sebagai pegawai negeri..

Joko akhirnya dengan berat hati menerima keputusan ibu. Sebagai anak tidak banyak hal yang bisa di lakukkan dengan perceraian ini.
Seminggu sebelumnya sore hari pukul 16.00 bapak pulang ke rumah untuk mengambil beberapa baju dan celana panjang. Tidak ada komunikasi antara ibu dan bapak.

Bapak hanya diam saat melihat ibu sedang berada diruang tamu. Pakaian dan celana panjang di masukkan dalam tas besar lalu bapak menghampiri ibu.
”Ibu, apakah kamu sudah mantap dengan keputusanmu? Perlu kamu ingat bu…aku masih menyanyangimu. Semua ini aku lakukkan karena aku ingin sesuatu yang yang bisa membuatku bahagia. Entah apa namanya tapi dalam hatiku aku ingin memiliki dua cinta dan aku tidak ingin menceraikan dirimu.”

Novel Pembunuhan Hal 225

ads

Joko, Aku Polisi

hal 225

Setelah jam istirahat habis beberapa ruangan mulai terisi beberapa pegawai yang telah menghabiskan makan siang di warung depan atau dikantin.

Setelah menghapus sisa-sisa air mata di pipi, mengatur nafas agar detak jantung tidak cepat, ibu segera bersiap mohon diri. Ibu mulai melihat pegawai pak Arnol memasuki ruang menempati bangku-bangku kosong yang tadi membisu.

Ibupun segera pamit undur diri dan mengucapkan banyak terima kasih atas kebaikkan pak Arnol yang sudi menerimanya. Pak Arnol berpesan singkat,

”Ibu, kalau ibu butuh sesuatu tolong segera hubungi saya aja. Pasti saya akan datang membantu ibu dan Joko.”

”Iya , terima kasih pak Arnold.”

Setelah bersalaman ibu segera meninggalkan ruangan dan menuju lantai dasar. Melanjutkan melangkah kaki menuju tempat parkir. Dari kejauhan aku heran juga melihat langkah kaki ibu yang gontai lemas tak bersemangat lalu raut wajah ibu juga nampak lebam dan memerah.

Seperti habis menanggis. Setelah mendekat ibu benar-benar habis menanggis lalu aku mencoba bertanya dulu sebelum pergi meninggalkan tempat ini.

”Ibu, ada apa kok raut wajah ibu sedih. Ayo beritahu aku dong?” Pertanyan penuh canda

”Nanti kalau sampai di rumah ibu akan ceritakan, ayo pulang anakku ibu tak ingin cerita di sini.”

”Ok bos……….” sahut pelan.

Novel Pembunuhan Hal 224

afs

Joko, Aku Polisi

hal 224

”Sekali lagi ibu turuti kata hati ibu. Saya tidak memiliki solusi lain atas masalah ini. Bagi saya pribadi hal ini sudah tidak bisa ditoleransi lagi. Kalau ada seseorang yang memiliki tekad seperti itu rasa sudah tidak bisa di tahan. Kalaupun bisa tentu bapak akan memberontak mungkin karena cintanya telah berpindah setengah hati ke perempuan lain.

Bapak sudah tidak memikirkan istri dan anaknya lagi, bagaimana masa depan Joko nantinya kalau tanpa bapak. Sekali lagi ibu harus bijak menentukan pilihan. Sebelum melangkah ke pengadilan tolong bicarakan jujur masalah yang terjadi sama Joko, saya yakin dia telah dewasa tentang hal ini. Pikir dahulu sebaik-baiknya.

Hanya ini saran saya.” Sebuah saran yang sederhana penuh makna. Pak Arnold juga tidak setuju dengan prinsip poligami. Mungkin hanya beberapa negara yang yang menjalankan hukum poligami milalnya Malaysia.

Ibu berusaha tetap tegar dan menerima penjelasan pak Arnold atas masalah ini. Sangat pelik, sangat dilematis, dan berat bagi setiap perempuan. Istri mana yang rela menerima menjadi nomor dua?

Meski masih ada perempuan yang mau di madu! Sambil menundukkan kepala dengan cucuran air mata ibu berusaha mencerna setiap kata yang pak Arnold utarakan. Pikir ibu pak Arnoldlah yang cukup dekat dengan bapak di kantor. Semua infromasi tentang sepak terjang pak Remo diketahui oleh pak Arnold. Namun bapak cukup pintar untuk menyembunyikan rahasianya di kantor. Sehingga tidak seorangpun beani bertanya langsung tentang perselingkuhannya.

Novel Pembunuhan Hal 223

ar

Joko, Aku Polisi

hal 223

”Begini ibu, gosip pak Joko sudah menyebar sampai ke atasan kalau pak Joko punya selingkuhan. Tapi kami semua tidak berani membahasnya.

Bagi kami semua itu urusan pribadi. Lalu karena tidak masuk kerja kami semua pusing dan melapor keatasan. Entah apa keputusan pimpinan kami, saya juga tidak tahu sampai sekarang sejak kapan bapak mulia punya selingkuhan.”

”Jadi benar juga perasan wanita sulit untuk dibohonggi, perasaan ini tak karuan saja kalau bapak tidak pulang kerja. Katanya sering lembur tapi kok sering sekali. Saya menaruh curiga sekitar tiga bulan ini pak Arnold.

Lalu menurut pak Arnold langkah apa yang harus saya tempuh” ibu nampak sekali kebinggungan dengan tindakan selanjutnya. Pikiran masih kalut, carut marut memikirkan suami tercinta. Berarti suaminya benar-benar serius ingin menikah lagi dengan seorang gadis. Jelas-jelas menjalankan poligami yang sangat bertentangan dengan hukum ketenakerjaan pegawai negeri.